Solusi dari 5 Alasan Utama Anak Susah Makan Sayur

Solusi dari 5 Alasan Utama Anak Susah Makan Sayur

Selera makan anak terhadap sayur memang tidak menentu. Bahkan, tidak sedikit anak yang memilih-milih makanan dan enggan mengonsumsi sayur. Banyak alasan yang mendasarinya tidak mau makan sayur. Dari semua faktor tersebut, dapat dikelompokkan 5 alasan utama mengapa anak susah makan sayur. Inilah penjelasan dari setiap alasan tersebut dan solusinya.

    1. Sayur Tidak Menarik

Anggapan bahwa sayur tidak menarik adalah alasan pertama yang dimiliki hampir setiap anak. Hal ini dikarenakan rasa sayur yang biasa saja, tidak terlalu lezat, dan olahannya yang itu-itu saja. Semua itu terasa membosankan dan tidak menarik di mata si kecil. Menurutnya, sayur tidak enak dimakan.

Untuk itu, ubahlah cara mengolah sayuran agar anak mau makan. Cobalah membuat menu sayur yang lezat dan sajikan secara menarik. Ketahui pula sayuran yang disukai si kecil. Jika ingin, cobalah sertakan sayuran ke dalam lauk, misalnya telur dadar ditambah irisan sayur hijau, sayuran crispy, dan kreasi lain yang menambah cita rasa agar anak tidak bosan.

    1. Tidak Lezat atau Terasa Pahit

Anak yang susah makan sayur ternyata punya alasan soal rasa. Lidah memang tak pernah bohong. Hampir semua anak pasti mengatakan sayuran tidak lezat atau pahit. Rasa sayuran yang tidak lezat atau tidak mempunyai cita rasa yang kuat memang membuat anak tidak suka mengonsumsinya. Rasa pahit pada sayur juga membuat anak tidak selera makan.

Alasan soal rasa tersebut bisa diatasi dengan memberi menu sayur terbaik. Anda dapat menambahkan bahan lain ke dalam sayuran agar menambah kelezatan rasa. Sebagai contoh, buatlah sup sayur dengan sosis atau bakso, tumis sayur dan bakso, dan lain sebagainya.

    1. Food Neophobia

Pernahkah Anda mendengar istilah food neophobia? Kondisi ini merupakan rasa takut pada anak untuk mencoba makanan baru. Ternyata, hal ini wajar dialami anak usia 2-6 tahun. Mereka sudah punya sikap memilih-milih makanan yang disukainya. Sayur menjadi asupan yang dikesampingkan, bahkan ditolak.

Semua itu terjadi karena anak bosan terhadap sayur yang diberikan ataupun pernah merasakan sayur yang tidak disukainya. Kedua hal ini dapat diatasi dengan memberikan anak menu sayur lezat yang ditambahkan dengan bahan lain, misalnya telur, bakso, atau sosis yang disukai anak. anda juga harus sabar dalam membujuknya.

    1. Traumatik

Kondisi traumatik juga menjadi alasan utama anak tidak mau makan sayur. Selera makan anak yang terbatas pada sayuran karena rasanya yang kurang enak, bisa menyebabkan ia tak mau makan. Akibatnya berujung pada kekesalan atau kemarahan orang tua yang memaksa anak untuk makan sayur.

Kondisi tersebut menyebabkan kondisi psikis anak terganggu atau traumatik. Untuk itu, cobalah menghadapinya dengan sabar dan lakukan solusi bijak untuk membuat anak mau makan. Jangan sampai memarahi anak yang justru tidak baik bagi perkembangan psikisnya. atau kesal.

    1. Belum Paham Pentingnya Sayuran

Alasan terakhir ini sangatlah logis. Anak yang belum sepenuhnya memahami pentingnya sayuran untuk kesehatan tubuh akan membatasi atau menolak makan sayur. Berbagai alasan sebelumnya yaitu anggapan sayur tidak menarik, terasa pahit, atau tidak lezat, bisa hilang dengan memberikan pemahaman kepada anak bahwa sayur itu punya banyak manfaat. Lama kelamaan ia mau makan.

Sayuran memang banyak mengandung nutrisi pokok yang menunjang kesehatan anak. Tumbuh kembangnya akan optimal jika mengonsumsi sayuran setiap hari. Jadi, jangan sampai anak susah makan sayur. Berikan menu sayur yang menarik untuk anak. Jika belum mau makan sayur sesuai porsi, maka tambahkan irisan sayuran ke dalam lauk agar anak bisa makan lebih banyak sayur.